6 Fakta Munculnya Tanda SOS di Pulau Laki Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
6 Fakta Munculnya Tanda SOS di Pulau Laki Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

6 Fakta Munculnya Tanda SOS di Pulau Laki Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Satukanal.com, Nasional – Warganet sempat dibuat heboh atas munculnya tanda SOS yang berada tepat di Pulau Laki Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (20/01/2021). Banyak dari warganet yang berharap bahwa simbol tersebut merupakan salah satu tanda adanya korban selamat dari insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada 9 Januari 2021 lalu.

Adanya tanda SOS yang dapat disaksikan semua orang melalui aplikasi Google Maps ini, sontak banyak warganet yang melaporkan adanya tanda tersebut kepada pihak yang berwenang. Atas adanya laporan tersebut, pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) langsung melakukan penelusuran.

Namun, ketika penelusuran telah dilakukan, Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS menegaskan munculnya sinyal SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, tak berkaitan dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Selain itu, Basarnas juga tak menemukan apa-apa di daerah tersebut.

Lalu, bagaimana bisa tanda SOS muncul di Pulau Laki? Berikut adalah beberapa fakta yang telah di rangkum Satukanal.com.

 

1. Tanda SOS tidak menampilkan bahaya yang terjadi

Saat warganet membuka aplikasi Google Maps dan mengarahkan ke titik lokasi Pulau Laki, maka akan muncul tanda SOS di pulau tersebut. Namun, saat tanda merah bertuliskan SOS tersebut diklik, tidak ada keterangan tanda bahaya apa pun, dan hanya tertulis “No ratings or reviews“.

Baca Juga :  Piala Sudirman 2021, Rusia Lawan Pertama Indonesia
2. Pulau Laki adalah lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Pulau Laki yang berlokasi di Kepulauan Seribu Jakarta, sempat menjadi sorotan publik karena adanya tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di kawasan pulau tersebut. Adanya tanda SOS di titik tersebut sontak menghebohkan warganet dan berharap ada korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang selamat.

3. Basarnas telah memeriksa lokasi kemunculan tanda SOS

Saat kemunculan tanda SOS tersebut, beberapa warganet yang melihat langsung melakukan upaya pelaporan kepada pihak yang berwenang. Sehingga, pihak Basarnas pun langsung meninjau lokasi bertanda SOS tersebut. Namun, saat dikonfirmasi awak media, Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Brigjen Rasman MS menegaskan munculnya sinyal SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, tak berkaitan dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Selain itu, Basarnas juga tak menemukan apa-apa di daerah tersebut. “Tidak ada apa-apa di situ, sudah saya konfirmasi sama anggota tidak menemukan sesuatu,” tegas Rasman.

4. Tanda SOS bisa saja terdapat nelayan yang berlindung di pulau tersebut karena cuaca kurang baik

Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Brigjen Rasman MS menjelaskan bahwa, munculnya tanda SOS bisa saja terdapat nelayan yang sedang berlindung dipulau tersebut karena cuaca kurang baik dan memanfaatkan smartphone nya untuk memasukkan tanda tersebut. “Biasanya nelayan itu senangnya dia kalau cuaca kurang baik dia akan berlindung di situ. Perahunya dinaikkan, mungkin dia main HP atau segala macam. Ya, bisa saja. Tapi kalau berkaitan dengan Sriwijaya tidak ditemukan,” Ujarnya.

Baca Juga :  Kebakaran Tewaskan 41 Narapidana, Kapasitas Lapas Tangerang Overload 250 Persen
5. Tanda SOS dapat dibuat oleh siapa saja

Dikutip pada laman Kompas, Nurcahya Pradana Taufik Prakisya selaku Pakar Teknologi Informasi dari Universitas Negeri Surakarta (UNS), menyebutkan bahwa, tanda semacam itu dapat dibuat oleh siapa saja. “Siapa saja bisa membuat SOS dengan Google Maps” Ujarnya. Nurcahya menjelaskan hal itu bisa dilakukan oleh semua orang, selama orang tersebut memiliki akses jaringan dan memiliki akun Google.

6. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Google Indonesia

Tanda SOS memang salah satu fitur yang ada di Google Maps untuk memberi tanda pada lokasi tersebut. Tanda SOS juga bisa dijadikan sebagai tanda permintaan pertolongan dari seseorang saat berada di kawasan tertentu. Namun, hinga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Google Indonesia menanggapi tanda SOS yang muncul di Pulau Laki tersebut apakah benar merupakan sinyal permintaan pertolongan, atau hanya keisengan seseorang saja.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait