6 Fakta Cara Kerja Vaksin Sinovac, Usai Bupati Sleman Positif Covid-19 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
6 Fakta Cara Kerja Vaksin Sinovac, Usai Bupati Sleman Positif Covid-19
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

6 Fakta Cara Kerja Vaksin Sinovac, Usai Bupati Sleman Positif Covid-19

Satukanal.com, Nasional – Usai disuntik vaksin Covid-19 Sinovac, Sri Purnomo selaku Bupati Seleman mengumumkan bahwa dirinya positif Covid-19 usai menjalani tes swab yang hasilnya keluar pada Rabu (20/01/2021) kemarin.

Penjelasan mengenai dirinya yang terpapar virus Covid-19 disampaikan melalui akun Instagram pribadinya yakni @sripurnomosp pada Kamis (21/01/2021). “Hari ini Kamis 21 Januari 2021, saya Sri Purnomo Bupati Kabupaten Sleman menyampaikan kondisi terkini yang sedang saya hadapi,” Tulisnya.

Pada Rabu (20/01/2021), Sri Purnomo menjalani tes swab antigen dan pada hasil swab tersebut dirinya dinyatakan positif. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR, di mana hasil yang ia terima juga menunjukan hasil positif Covid-19.

Mengetahui bahwa dirinya positif Covid-19, Sri Purnomo melakukan rontgen thorax dan CT scan. Berdasarkan hasil rontgen thorax dan CT scan tersebut, paru-paru Sri Purnomo dinyatakan bersih dan Ia pun menyatakan positif Covid-19 tanpa gejala.

Lalu bagaimanakan cara kerja dari vaksin Sinovac ini? Mengapa seseorang yang telah di suntik vaksin masih berpotensi tertular virus Covid-19?, Berikut adalah beberapa fakta yang telah di rangkum Satukanal.com.

1. Tidak memiliki imunitas tubuh yang baik tetap berpotensi terpapar Covid-19

Ketua Tim Pakar sekaligus Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memberikan analisisnya terkait Bupati Sleman Sri Purnomo yang positif Covid-19, meski sudah sepekan setelah disuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac.

Baca Juga :  Jadi Korban Penipuan Transaksi Online? Lapor ke cekrekening.id

Ia menyampaikan bahwa, Seseorang tetap berpotensi tertular Covid-19 karena tidak memiliki imunitas, baik imun bawaan/dimiliki setiap individu ataupun tambahan imun yang didapat dari vaksinasi tersebut.

2. Vaksin Covid-19 membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi

Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan, vaksin corona membutuhkan waktu 14 sampai dengan 28 hari setelah penyuntikan kedua untuk membentuk antibodi.

Sedangkan, Bupati Sleman Sri Purnomo baru menerima satu dosis vaksin Sinovac. Sehingga, efek dari vaksin Covid-19 memang belum muncul dan akan muncul sepekan setelah vaksinasi.

3. Kekebalan tubuh belum terbentuk karena baru menerima 1 dosis vaksin

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa, Kekebalan bisa saja belum cukup terbentuk untuk melindunginya karena baru menerima 1 dosis vaksin. Kekebalan tubuh nantinya akan muncul dan terbentuk ketika sudah menerima vaksinasi Covid-19 yang kedua.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito turut memberi penjelasan, “Efikasi vaksin dilihat setelah 2 kali suntikan dan pembentukan antibodi mencapai puncaknya 14 hari setelah penyuntikan ke-2” Ujarnya.

4. Satu dosis vaksin mulai memberikan efek perlindungan kepada Bupati Sleman

Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Siti Nadia Tarmizi memaparkan, efek dari vaksin Covid-19 setidaknya sudah mulai memberikan perlindungan kepada Sri Purnomo, karena ia positif Covid-19 tanpa adanya gejala. Serta, tidak menunjukkan sakit dengan bergejala berat.

Baca Juga :  Mulai 24 September 2021, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

“Bapak Bupati kondisinya baik, walau positif tidak ada gejala dan bahkan diperiksa paru-paru tidak ada gangguan. Yang artinya, kita juga ketahui vaksin Covid-19 yang diberikan memberikan perlindungan, sakitnya tidak berat,” Ujarnya.

5. Antibodi baru akan terbentuk 3-4 pekan setelah penyuntikan vaksin kedua

Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Siti Nadia Tarmizi, menghimbau masyarakat agar masyarakat memahami bahwa antibodi baru akan terbentuk 3-4 pekan setelah penyuntikan vaksin kedua.

6. 3M tetap wajib di terapkan meskipun telah divaksin

Ketua Tim Pakar sekaligus Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, meski sudah menerima vaksin, seseorang tetap wajib menaati protokol kesehatan Covid-19, karena bekerjanya vaksin didalam tubuh juga memerlukan waktu. “Setiap individu harus tetap selalu menjalankan protokol kesehatan 3M selama pandemi” Ujarnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait