5 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Dianggap Kasar Di Luar Negeri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
5 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Dianggap Kasar Di Luar Negeri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

5 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Dianggap Kasar Di Luar Negeri

SATUKANAL.com, NASIONAL– Perbedaan budaya yang ada di Indonesia dan luar negeri terkadang menimbulkan kesalah pahaman. Jika di Indonesia suatu kebiasaan tertentu seperti tersenyum dan bertegur sapa dianggap menjadi hal yang biasa. Hal ini belum tentu berlaku di luar negeri.

Sebagian orang di luar terkadang menganggap kebiasaan yang biasa dilakukan orang Indonesia ketika berada di negeri mereka adalah sesuatu hal yang tidak biasa. Bahkan, oleh mereka dianggap kasar. Padahal bagi orang Indonesia, hal-hal kecil seperti saling bertegur sapa dan tersenyum menunjukkan kesopan santunan seseorang.

Untuk itu, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang Indonesia ketika hendak pergi atau melancong ke luar negeri agar tidak dianggap kasar oleh orang sana

1.Menghabiskan Makanan

Jika hendak berkungjung ke China untuk bertemu dan bertamu ke seorang rekan. Hendaknya perlu untuk memperhatikan hal ini ketika tuan rumah memberikan makanan bagi si tamu. Memakan habis makanan yang disuguhkan di China justru dianggap tidak sopan. Ini sebagai tanda kalau tamu merasa makanan yang disuguhkan tuan rumah tidak cukup untuk mengisi perut.

Baca Juga :  Larangan Mudik Lebaran 2021, Layanan KA Dan Transportasi Laut Dibatasi

Keadaan tersebut tentu sangat berbeda dengan di Indonesia. Bagi tuan rumah yang menyuguhkan makanan lalu tamu menghabiskan makanan merupakan sebuah penghargaan yang membuat tuan rumah senang.

2.Membuka Hadiah Di Depan Orang Yang Memberi Hadiah

Normalnya, jika membuka hadiah langsung di hadapan si pemberi hadiah juga dianggap salah satu bentuk ekspresi senang yang dianggap normal di Indonesia. Namun ternyata hal ini justru tidak boleh dilakukan di India.

Bagi orang India, membuka hadiah langsung dihadapan penerima menimbulakn kesan serakah pada si penerima hadiah.

3.Menekan Klakson

Bagi orang Indonesia yang mudah menekan tombol klakson pada mobil dan motor lebih baik jangan melakukan ini selama berada di Norwegia. Kecuali jika dalam keadaan darurat yang sangat mendesak.

Di Norwegia, klakson kendaraan  hanya boleh dibunyikan ketika sedang dalam keadaan darurat yang membutuhkan bantuan orang lain atau pengemudi kendaraaan lainnya. Klakson kendaraan di Norwegia tidak pernah digunakan sebagai tanda peringatan seperti apa yang biasa dilakukan di Indonesia.

4.Menyilangkan Kaki Saat Duduk

Sebenarnya di Indonesia juga beberapa orang kerap menilai bahwa menyilangkan kaki di hadapan seseorang dinilai tidak sopan. Tapi, bukan berarti sikap tubuhn seperti ini juga bermakna negatif di hadapan teman akrab dan keluarga. Justru hal tersebut tidak dipermasalahkan.

Baca Juga :  Seleksi CPNS 2021 Akan Digelar, Kebutuhannya Capai 1.275.387 Orang

Berbeda dengan Arab Saudi, jika berkunjung ke negeri ini hal ini perlu untuk diperhatikan. Saat bertemu dengan teman akrab dan keluarga, menyilangkan kaki dianggap tabu dan tidak sopan. Tidak hanya dilakukan oleh perempuan, kamu laki-laki pun akan dinilai tidak sopan ika melakukan hal ini.

5.Mengacungkan Jempol

Acungan jempol sebenarnya dapat dimaknai dengan berbagai macam. Selain ungkapan good, oke, hal ini juga menandakan persetujuan dan pengertian yang cenderung bermakna positif. Namun, hal ini tidak berlaku di Iran, Afganistan, Yunani dan sebagian Italia.

Acungan Jempol secara langsung pada masyarakat disana justru menandakan sikap terserah dan dianggap kasar oleh mereka. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Indonesia. Untuk, ketika berkunjung ke negara-negara tersebut,  mengacungkan jempol tidak boleh dilakukan sembarangan.

 

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait