5 Fakta Unik Beberapa Julukan Untuk Kota Malang, Ini Dia - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
5 Fakta Unik Beberapa Julukan Untuk Kota Malang, Ini Dia
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

5 Fakta Unik Beberapa Julukan Untuk Kota Malang, Ini Dia

Satukanal.com, MalangKota Malang merupakan salah satu kota yang dikenal akan berbagai suguhan destinasi wisata dan beragam kuliner yang unik dan asik, Sehingga beberapa destinasi wisata tersebut banyak menarik minat pengunjung luar kota bahkan pengunjung asing dari luar negeri.

Selain itu, pada akhir abad ke-18 Kota Malang dipilih Meneer en mevrouw alias tuan dan nyonya Belanda menjadi tempat peristirahatan. Kota ini kemudian terus berkembang dan menjadi kota besar di Jawa Timur.

Ternyata kota Malang juga menyimpan beragam sejarah seperti candi-candi dan berbagai barang peninggalan yang tersimpan di beberapa museum. Wajar saja jika Malang punya beragam julukan unik yang disematkan pada dirinya. Apa saja?

1. Paris of East Java

Julukan pertama Kota Malang banyak yang mengatakan Malang sebagai Paris van East Java karena kondisi alamnya yang indah. Di samping itu, iklim dan suasana kota Malang yang sejuk dan lingkungan yang bersih membuat Malang nampak bagaikan kota “Paris”-nya Jawa Timur. Paris van East Java merupakan salah satu julukan berasal dari kompeni-kompeni Belanda.

2. Bumi AREMA

Nama AREMA tentunya tak lagi asing lagi bagi kalian para pecinta bola. AREMA adalah nama klub sepak bola yang berasal dari Malang. Selayaknya Persija di Jakarta dan beberapa klub bola lainnya. AREMA juga punya fans fanatik yang dikenal sebagai Aremania dan Aremanita.

Baca Juga :  Berdiri Sejak Tahun 1914, Pasar Splendid Jadi Pasar Hewan Legendaris Di Malang

Begitu memasuki Kota Malang, kalian nantinya akan disuguhkan dengan berbagai atribut AREMA. Mulai dari kaus, spanduk, hingga poster berlambang singanya yang ikonik akan sangat mudah kalian temui, walaupun sedang tidak ada pertandingan bola.

3. Ngalam Kipa

Ngalam Kipa merupakan salah satu kalimat yang dibaca secara terbalik dari Malang Apik, atau yang lebih dikenal sebagai bahasa walikan. Ngalam Kipa merupakan julukan atau sebutan untuk memperkenalkan Malang sebagai kota yang baik dalam segala bidang.

Populer sebagai identitas Kota Malang, penduduk sekitar biasanya kerap menamai atau menjuluki dirinya sebagai Kera Ngalam atau yang berarti Arek Malang. Bukan cuma itu saja, penduduk sekitar juga kerap membalikkan cara penyebutan kalimat atau kata, seperti Oyi Sam yang berarti Iyo Mas atau Kane yang berarti Enak.

Bahasa walikan sendiri dulu digunakan sebagai cara berkomunikasi oleh para pejuang setempat di masa penjajahan. Sehingga, dapat lebih mudah membedakan musuh dan kawan. Hingga saat ini, Walikan masih digunakan dan jadi slang di kalangan anak muda Malang.

Baca Juga :  Kuatkan Literasi Kesehatan, Dinkes Malang Gelar Forum Perangkat Daerah Rancangan Renja

4. Malang Kota Pendidikan

Julukan yang sangat melekat pada kota Malang adalah Kota Pendidikan. Pasalnya, Malang menyediakan banyak institusi pendidikan dengan kualitas bersaing dalam setiap tingkatan. Mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri.

Banyaknya fasilitas pendidikan yang memadai dan suasana kota Malang yang tenang, menjadikannya sangat cocok untuk belajar atau menempuh pendidikan. Udara yang sejuk dan segar, sarana transportasinya memadai dan biaya hidup juga relatif terjangkau. Tak heran jika Malang banyak dilirik pelajar dari daerah manapun yang ingin menempuh pendidikan berkualitas dengan biaya seminimal mungkin.

5. Malang Kota Dingin

Meskipun kini kota Malang sudah tidak sedingin dulu. Namun, beberapa wisatawan luar Malang masih belum terbiasa dengan suhu di kota Malang, sehingga banyak dari mereka yang menganggap kota Malang sangatlah dingin. Lucunya kota Malang berubah menjadi sangat dingin saat musim mahasiswa baru yakni bulan Agustus-September. Dinginnya Malang dikarenakan kondisi wilayah kota Malang yang termasuk dataran tinggi dan dikelilingi beberapa gunung seperti gunung Arjuno, Semeru, Kawi dan Kelud.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait