5 Fakta Perokok Aktif Bisa Tingkatkan Risiko Terpapar Covid-19 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

5 Fakta Perokok Aktif Bisa Tingkatkan Risiko Terpapar Covid-19

Satukanal.com, Nasional – Bagi para perokok ancaman virus Covid-19 jelas tak main-main, karena para perokok aktif memiliki resiko lebih rentan untuk terpapar Covid-19.

Pasien positif Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Di Indonesia saja, pasien yang terinfeksi Covid-19 sudah melebihi 1.012.350 orang terhitung sejak Selasa (26/01/2021).

Melihat kondisi ini, masyarakat pun diminta untuk senantiasa menghindari setiap perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjangkit penyakit akibat virus corona, salah satunya dengan tidak merokok.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR, menjelaskan bahwa, pandemi Covid-19 ini merupakan waktu terbaik untuk berhenti merokok guna melindungi diri dari infeksi virus corona maupun penyakit lainnya.

Berikut penjelasan yang telah di rangkum Satukanal.com terkait beberapa alasan mengapa merokok dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus Covid-19.

1. Saat merokok, tangan akan lebih sering bersentuhan dengan bibir

Kondisi kebersihan tanggan saat pandemi Covid-19 memang sangatlah penting. Kegiatan merokok membuat resiko tangan menyentuh wajah semakin sering. Sehingga, kemungkinan tertular virus melalui mulut, hidung dan mata juga dapat terjadi.

Saat sedang merokok, tangan akan lebih sering bersentuhan dengan bibir. Ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perpindahan virus dari tangan ke mulut, apalagi jika tidak sering mencuci tangan dengan sabun maupun dengan hand sanitizer.

Baca Juga :  April 2021, Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali

2. Asap dari rokok tembakau maupun aerosol dari rokok elektrik dapat melemahkan saluran pernapasan

Adanya paparan asap dari rokok tembakau maupun aerosol dari rokok dapat menyebabkan lemahnya saluran pernapasan dan mengurangi kemampuan sistem imun tubuh dalam melawan kuman, termasuk virus Covid-19 yang masuk ke tubuh. Sehingga, hal tersebut membuka peluang lebih besar para perokok aktif terpapar virus Covid-19.

3. Merokok dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan saluran pernafasan

Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan saluran pernafasan. Sehingga, akan menimbulkan penyakit pada sistem pernafasan, seperti bronkitis kronis, emfisema, bahkan kanker paru-paru.

Kondisi tersebut dapat menurunkan fungsi paru-paru untuk mengambil oksigen dari udara. Bila terjadi infeksi virus Covid-19, fungsi paru-paru akan makin menurun dan mengakibatkan para penderita sangat berisiko mengalami sesak nafas hingga berakibat fatal.

4. Merokok juga dapat mengakibatkan berbagai penyakit lain

Bukan hanya menyebabkan gangguan sistem pernapasan, merokok juga dapat mengakibatkan berbagai penyakit lain, seperti penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) atau kanker pada organ lain di luar sistem pernapasan.

Sehingga, jika penyakit tersebut menyerang tubuh maka akan berdampak melemahnya sistem imun, sehingga tubuh sulit untuk melawan virus Covid-19 yang masuk. Virus juga akan lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan yang lebih berat pada saluran napas serta paru-paru.

Baca Juga :  Penumpang KA Jarak Jauh Diperbolehkan Berbuka Puasa di Gerbong

dr. Agus menjelaskan bahwa, fungsi silia saluran napas dapat terganggu karena asap rokok. Silia adalah jaringan-jaringan kecil yang berfungsi seperti sapu. Pergerakan silia dapat menurun sampai 50 persen hanya dengan 2-3 kali hisapan asap rokok.

Selain itu, ia menyampaikan, merokok juga dapat menyebabkan gangguan pada sel imunitas tubuh. Saat fungsi silia terganggu, timbul banyak dahak kemudian kuman akan menempati dahak itu sehingga timbul infeksi.

Nikotin pada rokok juga dapat menekan migrasi leukosit dan hal ini berkontribusi pada lambatnya penyembuhan luka serta meningkatkan insiden infeksi pernapasan pada perokok.

5. Merokok meningkatkan regulasi reseptor ACE2

Angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) adalah suatu enzim yang menempel pada permukaan luar sel-sel beberapa organ tubuh termasuk paru-paru. Berdasarkan penelitian, merokok dapat meningkatkan regulasi reseptor ACE2.

Padahal, reseptor ACE2 ini adalah tempat masuk SARS-CoV-2 sehingga, dapat meningkatkan risiko terkena Covid-19. Riset di Kanada menemukan, pasein yang merokok atau denan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) memiliki kadar ACE2 lebih tinggi pada saluran nafas bawah dibanding bukan perokok.

Hal tersebut kemungkinan terjadi pada pengguna rokok sisha maupun rokok elektrik, yang membuat paru-paru lebih rentan terjangkit virus dan penyakit.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait