45 Seniman Kota Malang Tuangkan Keresahannya Saat Pandemi Melalui 'Kaleidoskop Art Exhibition' - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
45 Seniman Kota Malang Tuangkan Keresahannya Saat Pandemi Melalui 'Kaleidoskop Art Exhibition'
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

45 Seniman Kota Malang Tuangkan Keresahannya Saat Pandemi Melalui ‘Kaleidoskop Art Exhibition’

Satukanal.com, Malang –  Berlokasi di Kantor Jawa Pos Radar Batu, tengah digelar pameran lukisan bertajuk ‘Kaleidoskop Art Exhibition’. Meskipun pandemi Covid-19 masih menyelimuti berbagai lini kehidupan. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi semangat dan antusias para pecinta seni di Kota Malang untuk terus berkarya.

Gelaran ‘Kaleidoskop Art Exhibition’ yang berlangsung pada 31 Januari 2021 hingga 5 Februari 2021 mendatang, memamerkan berbagai karya lukis yang di buat mayoritas para muda mudi yang tergabung dalam program studi seni rupa murni fakultas ilmu budaya Universitas Brawijaya Malang.

Akhmad Kholili selaku koordinator dari Pameran ‘Kaleidoskop Art Exhibition’ menyampaikan bahwa, Pemilihan tema pada pameran lukisan ini diangkat dari beragam pengalaman masing-masing pelukis saat pandemi Covid-19 melanda.

Beragam karya lukis yang dipamerkan tersebut, menceritakan berbagai keresahan dan kesulitan yang dialami para seniman. Keresahan dan kesulitan yang dirasa Akhmad Kholili bersama para seniman lain seperti, kesulitan berjumpa kawan sesama seniman maupun, berbagai kesulitan-kesulitan lain.

Sehingga, Akhmad Kholili bersama para seniman lainnya melampiaskan keresahan dan kesulitannya saat pandemi Covid-19 dengan menuangkannya kedalam suatu karya lukisan yang indah. Pada acara pameran seni ‘Kaleidoskop Art Exhibition’ turut menampilkan hasil karya lukis yang dibuat oleh ke 45 seniman dari fakultas ilmu budaya Universitas Brawijaya Malang.

Yola Anggita selaku salah satu panitia dan peserta pameran kaleidoskop, juga ikut meramaikan gelaran ‘Kaleidoskop Art Exhibition’ dengan turut menampilkan hasil karyanya yang berjudul “Story Of Lotus“.

Baca Juga :  72 Nakes Kabupaten Malang Alami KIPI Usai Dapat Suntikan Vaksin Covid-19

Berbagai karya lukis tentunya memiliki makna tersendiri, begitu pula lukisan “Story Of Lotus” karya Yola Anggita yang tentunya memiliki makna mendalam pada setiap gambarnya. Yola menjelaskan bahwa, dimana bunga lotus memiliki makna hidup untuk mati, dan mati untuk hidup.

“Mengingat peristiwa yg terjadi pada tahun sebelumnya dan tahun selanjutnya yang akan kita jalani, kita harus siap dengan apapun yang terjadi baik suka maupun duka karena kita beriringan dengan dua hal tersebut yakni hidup dan mati. Kita bisa memilih, ingin bangkit hidup menjadi lebih baik, ataupun mati dan menyerah. Tidak ada bedanya dengan tahun sebelumnya dan selanjutnya. Semua bergantung dengan pilihan kita masing” Ujar Yola Anggita pada Satukanal.com.

Pada acara pameran kali ini Yola menjelaskan bahwa, untuk pengerjaan dan waktu yang diberi cukup banyak, sekitar hampir satu bulan. Sehingga, proses pengerjaan karya pun dapat dilakukan secara maksimal dan tidak tergesa-gesa.

Beberapa kesulitan pun juga dirasakan oleh Yola sebab, sebelumnya ia melukis menggunakan gaya dekoratif, dan untuk pameran kali ini, Yola memberanikan diri dan berusaha dengan mencoba beralih menggunakan teknik semi realis.

Sedangkan Akhmad Kholili menjelaskan, saat pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak terjadi kesulitan untuk mengadakan pameran seni. Sehingga, beberapa pameran seni yang diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya ikut terdampak dan tidak bisa diselenggarakan secara rutin.

Baca Juga :  Mulai Tahun 2021 Ini, Kemensos RI Resmi Hentikan Santunan Kematian Akibat Covid-19

Berbagai acara yang berlangsung saat pandemi Covid-19 pun terpaksa harus dilakukan secara virtual atau daring. Namun, Akhmad Kholili menyampaikan, apabila pameran seni ini dilakukan secara daring atau virtual maka feel yang diperoleh pasti akan berbeda. Sehingga, acara ini pun tetap dilakukan secara tatap muka namun tetap disiplin patuh akan protokol kesehatan Covid-19.

Pada pameran tersebut, selain menyuguhkan beragam karya seni kepada para pengunjung. Acara ini juga digunakan sebagai ajang jual beli lukisan milik para seniman. Ke 45 karya lukis yang ikut berpartisipasi pada gelaran ‘Kaleidoskop Art Exhibition’ di bandrol mulai harga Rp 750 ribu hingga Rp 4 juta.

Acara yang digelar hingga 5 Februari 2021 mendatang, juga turut menyuguhkan beberapa live musik serta perform art seperti Monohero band asal Malang dan Sasongko dari Jombang. Berlangsungnya pameran seni ‘Kaleidoskop Art Exhibition’ diharapkan agar para pegiat seni mendapatkan kembali semangat yang hilang lantaran pandemi Covid-19.

“Harapan untuk masyarakat khususnya penggiat seni pada masa pandemi ini, tetap semangat berkarya, menciptakan karya” baru, untuk diadakan pameran secara online maupun offline, Walaupun dengan adanya pandemi, tidak membatasi seseorang untuk berkarya, tetaplah beraktivitas dan jaga kesehatan,”  Ujar Yola Anggita pada Satukanal.com.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait