42 Persen PJU di Kota Malang Sudah Gunakan Lampu LED - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

42 Persen PJU di Kota Malang Sudah Gunakan Lampu LED

Sebanyak 42 persen penerangan jalan umum (PJU) di Kota Malang sudah manfaatkan kecanggihan lampu LED (Light Emitting Diode). Dari total 36.500 titik PJU di seluruh wilayah, saat ini sudah ada 19.200 titik yang sudah dipasangi lampu LED.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Diah Kusumadewi menyampaikan, seluruh titik PJU di Kota Malang nantinya akan diganti dengan LED. Karena berdasarkan kajian yang dibuat, LED jauh lebih efisien dibanding pemanfaatan lampu pijar ataupun lampu neon.

“Yang pasti nanti seluruh titik akan diganti dengan LED,” terangnya pada kami, Jumat (22/3/2019).

Perempuan berhijab itu menyampaikan, pemanfaatan LED dapat menghemat lebih banyak biaya pembayaran listrik yang dikeluarkan. Sehingga secara bertahap lampu yang ada di beberapa titik itu akan digantikan dengan teknologi LED.

Baca Juga :  Peringati Hari Batik Nasional, KTH Siap Dibuka Kembali

Lebih jauh dia menyampaikan, baru-baru ini Pemerintah Kota Malang baru saja mendapatkan program hibah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bantuan berupa lampu tenaga surya tersebut rencananya akan dipasang di kawasan Kedungkandang.

“Ada 200 titik di Kecamatan Kedungkandang yang nantinya akan dipasang PJU tenaga surya (PJUTS) tersebut. Akan dipasang sebelum Agustus 2019,” papar Diah.

Namun meski begitu, saat ini Pemerintah Kota Malang tetap melakukan pemasangan PJU LED. Dikarenakan sementara waktu ini, Kota Malang masih belum terlalu siap untuk menerapkan energi tenaga surya tersebut.

Baca Juga :  Tunjang Belajar Daring, Dosen Pemerintahan UB Kenalkan Situs Pembelajaran untuk Santri

Menurutnya, pada 2013 hingga 2014 lalu, beberapa titik di Kota Malang sudah dipasangi dengan PJUTS. Sayangnya, masih belum ada kesiapan yang membuat pembengkakan biaya saat penggantian sparepart. Selain itu saat mendung, baterai tidak mengisi dan mengakibatkan lampu tidak menyala saat malam hari.

“Sehingga tahapan kami adalah pemasangan PJU/PJL, penataan kwh meter, penggantian LED, Smart PJU/PJL, dan PJUTS dan Hybrid,” jelasnya.

Diah juga menyampaikan jika sampai saat ini Pemkot Malang belum melakukan penghitungan efisiensi antara PJU listrik dan PJUTS. Meski begitu, menurutnya pemerintah berkomitmen untuk menetapkan beberapa inovasi yang tentunya lebih baik lagi.

Kanal Terkait