Terdapat 4 Fase Menstruasi, Kaum Hawa Harus Paham - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Terdapat 4 Fase Menstruasi, Kaum Hawa Harus Paham
Ilustrasi pembalut wanita (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel

Terdapat 4 Fase Menstruasi, Kaum Hawa Harus Paham

Satukanal.com, Nasional – Fase-fase dalam siklus menstruasi dialami wanita yang telah melalui masa pubertas. Proses menstruasi ini melalui berbagai fase dalam organ reproduksi wanita, mulai dari pembentukan sel telur hingga keluarnya sel telur dari rahim.

Sementara, siklus menstruasi merupakan perubahan alami yang terjadi di dalam organ reproduksi wanita setiap bulannya. Menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim atau endometrium dan sel telur yang tidak dibuahi meluruh keluar dari vagina.

Melansir dari laman hellosehat, siklus menstruasi normalnya terjadi selama 21-35 hari. Dalam satu siklus tersebut, ada empat fase yang akan dilalui diantarannya:

  1. Fase menstruasi,
  2. Fase folikular,
  3. Fase ovulasi,
  4. Fase luteal.

Namun, panjang setiap fase bisa berbeda antara satu wanita dengan yang lainnya. Panjangnya fase pada satu orang juga bisa berubah seiring berjalannya waktu. Lalu apa pengertian dari keempat fase tersebut? Simak penjelasan dari Satukanal.com berikut ini.

1. Fase menstruasi

Fase ini merupakan tahap pertama dari siklus haid setiap bulannya. Fase mensturasi dimulai ketika sel telur yang dikeluarkan ovarium dari siklus sebelumnya tidak dibuahi. Hal ini membuat kadar estrogen dan progesteron turun.

Lapisan rahim yang menebal dan sudah dipersiapkan untuk mendukung kehamilan pun tak lagi dibutuhkan. Akhirnya lapisan rahim ini luruh dan keluar dalam bentuk darah yang disebut dengan menstruasi. Selain darah, vagina juga akan mengeluarkan lendir dan jaringan rahim.

Baca Juga :  Viral! Hujan Guyur Satu Mobil di Cikarang, Ini Penjelasan BMKG

2. Fase folikular

Fase folikuler dimulai pada hari pertama haid (tumpang tindih dengan fase menstruasi), dan berakhir ketika berovulasi. Fase folikel ini rata-rata berlangsung selama 16 hari, namun dapat pula berdurasi antara 11-27 hari.

Hormon ini dapat merangsang indung telur untuk menghasilkan 5-20 kantong kecil yang disebut dengan folikel. Setiap folikel ini mengandung sel telur yang belum matang. Namun, hanya sel telur paling sehatlah yang pada akhirnya akan matang.

Akan tetapi, dalam kasus yang lebih jarang, seorang wanita bisa saja memiliki dua sel telur yang matang. Selanjutnya, sisa folikel yang tidak matang akan diserap kembali ke dalam tubuh. Adanya folikel yang matang dapat memicu lonjakan estrogen untuk menebalkan lapisan rahim sehingga tercipta lingkungan yang kaya nutrisi bagi embrio untuk tumbuh. 

3. Fase ovulasi

Fase ovulasi terjadi selama 12 sampai 16 hari. Istilah dari ovulasi menunjukkan pembentukan sel telur yang telah matang dari salah satu ovarium. Sesaat sebelum ovulasi, dinding luar folikel yang menonjol akan membengkak dengan cepat.

Kemudian, daerah kecil pada bagian tengah kapsul yang disebut stigma, akan menonjol layaknya puting. Kemudian, dalam waktu 30 menit cairan mulai mengalir dari folikel melalui stigma. Sekitar dua menit kemudian, maka folikel akan berubah menjadi lebih kecil karena kehilangan cariannya.

Baca Juga :  KAI Tambah Daftar Profesi yang Dapat Tiket Gratis, Siapakah?

Selanjutnya, stigma akan robek dengan cukup besar. Tidak hanya itu, cairan kental yang terdapat di bagian tengah folikel mengalami evaginasi. Evaginasi adalah pelipatan lapisan sel dari luar kedalam.

Cairan kental tersebut akan membawa ovum bersamanya, dan dikelilingi oleh beratus-ratus sel granulosa kecil. Sel granulosa kecil ini disebut dengan korona radiata atau sel kumulus.

4. Fase luteal

Durasi fase luteal terjadi selama 12 hingga 14 hari. Namun fase ini juga bisa terjadi selama 8 hari maupun 16 hari. Jika fase luteal terjadi melebihi jadwal rutin, maka ini bisa menandakan kehamilan.

Apabila positif hamil, tubuh akan menghasilkan human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini membantu menjaga korpus luteum dan menjaga agar lapisan rahim tetap tebal seterusnya.

Namun jika Anda tidak hamil, korpus luteum akan menyusut dan diserap oleh lapisan rahim. Kemudian kadar estrogen dan progesteron akan perlahan menurun, membuat lapisan rahim akhirnya terlepas dan meluruh.

Itu tadi adalah penjelasan singkat dari keempat fase menstruasi yang wajib dipahami oleh para wanita. Selain mengetahui pengertian dari keempat fase tersebut, alangkah baiknya untuk menandai tanggal lamannya menstruasi. Selain sebagai pengingat, hal tersebut juga sangat membantu ketika kita ada masalah terkait siklus menstruasi.

 

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait