4.273 RT Bebas Zona Merah, PPKM Mikro Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Kota Malang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
4.273 RT Bebas Zona Merah, PPKM Mikro Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Kota Malang
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

4.273 RT Bebas Zona Merah, PPKM Mikro Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Kota Malang

Satukanal.com, Malang – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Malang nampak sangat berpengaruh baik bagi situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Pelaksanaan PPKM mikro tersebut menjadikan sebanyak 4.273 Rukun Tetangga (RT) di Kota Malang saat ini, telah bebas dari zona merah.

Saat ini, status zona di setiap wilayah mayoritas telah berada pada zona hijau. Dengan rincian, 94,22 persen atau 4.026 RT telah berstatus zona hijau dan 5,78 persen atau 247 RT telah berstatus zona kuning.

Sri Winarni selaku Plt Kepala Dinkes Kota Malang menyampaikan bahwa, Tingkat keberhasilan sebanyak 94,22 persen ini, dilihat berdasarkan hasil pemetaan PPKM mikro yang sudah berjalan. Sebagai kelanjutan PPKM tahap I dan II, yang terus ditingkatkan.

“Kota Malang lebih dari 4 ribu sekian RT ini sudah tidak ada yang zonanya orange atau pun merah. Rata-rata sudah hijau dan kuning,” Ujarnya.

Aturan pelaksanaan PPKM Mikro sendiri mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Dalam upaya pemberlakuan PPKM mikro di Kota Malang secara maksimal, Pemerintah Kota Malang bersama dengan pihak Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata memasang bendera pada seluruh RT.

Baca Juga :  Kampung Cempluk Malang Wujud Pelestarian Budaya Lokal Di Era Moderenisasi

Warna bendera pun akan menyesuaikan dengan zonasi atau tingkat risiko penularan Covid-19. Sampai sejauh ini, terdapat 4.273 RT di Kota Malang yang memasang bendera hijau sebagai tanda risiko penularan Covid-19 terkontrol.

Sisanya, sebanyak 113 RT memasang bendera kuning sebagai tanda risiko rendah. Namun hingga saat ini belum ada RT yang memasang bendera oranye dan merah yang menandakan risiko penularan sedang dan tinggi.

Zonasi risiko penularan Covid-19 yang ditandai dengan bendera itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Sesuai dengan instruksi itu, penanganan Covid-19 dilakukan mulai dari tingkat RT.

Kategori zona hijau ketika di RT tersebut sedang tidak ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 7 hari terakhir. Sedangkan, zona kuning ketika ada 1-5 warga yang positif Covid-19, zona oranye ketika ada 6-10 warga yang positif dan zona merah ketika warga yang positif Covid-19 di atas 10 orang.

Selain pemasangan bendera di tiap-tiap RT, Pembentukan posko-posko di tiap Kelurahan di Kota Malang juga telah diupayakan. Sri Winarni menjelaskan bahwa, posko-posko tersebut telah berjalan dengan optimal.

Baca Juga :  H-2 Jelang Penutupan Pendaftaran, Berikut Prodi Favorit UNESA di SNMPTN 2021

Posko-posko yang ada tiap Kelurahan di Kota Malang tersebut juga turut melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, Puskesmas, pejabat kelurahan dan unsur lainnya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sri Winarni juga menyampaikan, “Dari pusat memang meminta untuk melakukan evaluasi terkait berjalannya PPKM Mikro. Di Kota Malang Alhamdulillah, perlahan semakin menurun, kasus Covid-19 juga menurun, pasien yang sembuh juga semakin meningkat,” Ujarnya.

Untuk pelaksanaan PPKM Mikro ini, RT/RW se-Kota Malang juga akan mendapatkan insentif, pasalnya Pemkot Malang menganggarkan Rp 2 miliar yang sumber dananya diambil dari anggaran belanja tak terduga yang tahun ini mencapai sekitar Rp 37 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Malang per tahun 2019, jumlah RT di Kota Malang ada 4.226 RT. Sedangkan, jumlah RW-nya mencapai 550 RW. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk menunjang kegiatan operasional di tingkat RT.

Pemberian insentif ini berdasarkan Inmendagri No 3 Tahun 2021. Bahwa, pelaksanaan PPKM mikro setiap desa menggunakan dana desa. Sementara, RT/RW menggunakan dana APBD menyesuaikan dengan Pemda masing-masing.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait