SATUKANAL.COM
BERITA

38 Unit Rumah Tidak Layak Huni Diresmikan, Penerima Manfaat Bahagia

Program bedah rumah di bawah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang adalah program strategis dalam pengentasan kemiskinan. Posisi strategis program tersebut yang membuat setiap tahun masuk dalam rencana kegiatan anggaran.

Hal ini pula yang membuat DPKPCK Kabupaten Malang berkonsentrasi penuh di program bedah rumah untuk tahun 2019. Sebagian lain kegiatan adalah melakukan berbagai survei dan pendataan sasaran. Plus meresmikan unit rumah yang telah selesai melalui berbagai kegiatan yang digelar oleh Pemkab Malang maupun secara mandiri.

Hal ini terlihat di peresmian 38 unit rumah tidak layak huni (RTLH) saat acara Gema Desa di wilayah Pakisaji, Selasa (19/03/2019) kemarin. “Kita resmikan rumah warga yang mendapat program bedah rumah. Totalnya sekitar 38 unit yang diresmikan,” kata Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Rabu (20/03/2019).

Program bedah rumah selain bagian mempercepat pengentasan kemiskinan di ruang papan warga Kabupaten Malang. Juga merupakan program yang kerap cukup menguras emosi penerima manfaat. Seperti yang terjadi pada Ibu Ulfa warga Desa Sutojayan, Pakisaji, yang merupakan salah satu penerima manfaat bedah rumah.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ulfa begitu bahagianya saat rumahnya telah selesai direnovasi oleh DPKPCK Kabupaten Malang. Matanya berkaca-kaca, dikarenakan rasa bahagia. Rumahnya yang dulu tidak layak huni, kini menjadi hunian sehat dan nyaman bagi Ulfa dan keluarganya.

“Terimakasih banyak Pak. Kini rumah saya sudah tidak bocor lagi kalau hujan,” ucap Ulfa yang terus memegangi tangan orang nomor satu di DPKPCK Kabupaten Malang ini, sambil menahan tangisan bahagia.

Wahyu menjelaskan, bahwa sebelum mendapat bantuan bedah rumah, kondisi rumah Ulfa yang merupakan salah satu yang disasar pihaknya, memang tidak layak huni dan masuk prioritas mendapat bantuan.

“Dindingnya dulu dari anyaman bambu, lantai tanah dan atap rumah nyaris roboh. Sehingga kalau hujan ya bocor semua,” ucapnya yang menyatakan juga bahwa para penerima manfaat program benar-benar merasa terbantu dan terlihat bahagia.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Di kesempatan berbeda, Imam Suyono Kepala Bidang Perumahan DPKPCK Kabupaten Malang, menyatakan, bahwa anggaran untuk bedah rumah tahun 2019 yang sudah diajukan berupa renovasi sejumlah 1.000 unit RTLH. Dengan total anggaran sekitar Rp 10 miliar yang berada di pos bantuan sosial (bansos).

“Sedangkan untuk yang APBN kita juga ajukan sebanyak 500 unit dengan sistem bangun total. Untuk nominal rehab sebesar Rp 15 juta per unit, sedangkan bangun total Rp 30 juta per unitnya,” ucap Imam.

Dalam upaya mengejar target nihil RTLH di tahun 2020, pihak DPKPCK Kabupaten Malang terus melakukan berbagai strategi pencapaian. Salah satunya adalah pelibatan yang terkoordinir dengan elemen non pemerintahan. Sekaligus pembentukan-pembentukan kelompok pendamping masyarakat di tataran teknisnya.

“Dengan banyaknya faedah dari program ini, kita tentunya perlu juga mendorong dan memberikan yang terbaik bagi warga sasaran. Sehingga tepat sasaran dan bisa benar-benar mencapai target nol RTLH di tahun 2020 datang,” pungkas Wahyu.

Kanal Terkait