300 Hektar Padi di Kabupaten Kediri Diserang Wereng | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kabupaten Kediri
Petani di Desa Paron menyemprotkan pestisida ke tanaman padi yang diserang hama Wereng Batang Coklat (WBC). (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA STRAIGHT NEWS

300 Hektar Padi di Kabupaten Kediri Diserang Wereng

SATUKANAL, KEDIRI – Hampir saja, lebih dari 300 hektar sawah di Kabupaten Kediri terancam gagal panen.

Sebabnya, ratusan hektar padi tersebut dinyatakan waspada terhadap serangan hama wereng.

Data yang dihimpun dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, jumlah serangan hama wereng batang coklat (WBC) per 16 Maret seluas 25,8 hektar.

Dari 25,8 hektar yang sudah terserang, 326,5 hektar lahan dinyatakan waspada.

“Artinya, lahan ini bersebelahan dengan lahan-lahan yang sudah terserang. Jadi, diajukan pengendalian WBC,” ujar Kasi Perlindungan Tanaman dan Pengamanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Sahad Tua Panjaitan.

Laporan ini diterima dari petani sejak bulan Februari.

Sahad mengatakan bila gejala populasi WBC mencapai enam ekor per rumpun, maka langsung diadakan tindakan bernama Stop Spot.

Langkah ini diambil agar WBC tak sampai menyebar ke lahan yang lain.

Terlebih, setiap hari luas lahan yang terserang WBC meluas.

“Tapi tidak sampai outbreak, tidak sampai gagal panen. Setiap ada laporan enam ekor kita langsung ambil tindakan,” ujarnya.

Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Jawa Timur, Subakir menyebut Stop Spot dilakukan setelah pengamatan intensif oleh petani didampingi petugas lapang.

Menindaklanjuti laporan petani, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri mengirimkan pestisida jenis applaud dan bassa untuk disemprotkan ke padi yang terserang WBC.

“Ibarat telur, pestisida ini berfungsi agar telur tidak menetas,” jelas Subakir.

Namun, selain pestisida, penanganan dilanjutkan dengan pemberian agen hayati.

Agen hayati diberikan setelah 2-3 hari setelah penyemprotan pestisida.

“Fungsi agen hayati untuk memparasit wereng, kalau pestisida kimia membunuh dari luar. Sebab, kalau wereng tidak kena pestisida, aplikasi agen hayati hanya akan membunuh wereng,” imbuh Subakir.

Penyemprotan dilakukan petani di lahan sawah di kawasan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kamis (19/3/2020).

Setidaknya, 200 liter pestisida disemprotkan di tanaman padi yang mulai diserang WBC.

WBC ditengarai muncul akibat musim yang berubah-ubah.

Setelah musim kemarau panjang pada 2019 lalu, berakibat pada mundurnya musim hujan.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

Kanal Terkait