3 Ketentuan Jelang Sholat Tarawih Berjamaah Pada Ramadhan 2021 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
3 Ketentuan Jelang Sholat Tarawih Berjamaah Pada Ramadhan 2021
STRAIGHT NEWS

3 Ketentuan Jelang Sholat Tarawih Berjamaah Pada Ramadhan 2021

Satukanal.com, Malang – Pada Ramadhan 2021 ini Pemerintah telah mengumumkan memperbolehkan pelaksanaan sholat tarawih berjemaah di luar rumah. Namun, pemerintah memberikan tiga ketentuan yang harus dipatuhi masyarakat yang akan menggelar sholat tarawih berjamaah.

Muhadjir Effendy selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menjelaskan tiga ketentuan tersebut. Ketentuan pertama yakni, pelaksanaan shalat tarawih harus tetap dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan sangat ketat,” ujar Muhadjir.

Sementara yang kedua, shalat tarawih boleh dilakukan berjemaah di luar rumah, tetapi dengan peserta atau jemaah yang hanya terbatas pada komunitasnya atau di lingkup komunitasnya. Sehingga, jemaah dari luar lingkup komunitas diminta untuk tidak diperbolehkan mengikuti tarawih di komunitas tersebut.

“Jemaahnya memang sudah dikenali satu sama lain, sehingga jemaah dari luar mohon supaya tidak diizinkan,” ungkap Muhadjir.

Ketiga, pemerintah meminta agar dalam melaksanakan shalat tarawih berjemaah ini diupayakan dibuat sesederhana mungkin.

“Waktunya tidak terlalu panjang, karena masih dalam kondisi darurat ini. Pada prinsipnya, khusus untuk kegiatan ibadah selama Ramadhan dan yakni tarawih pada dasarnya diperkenankan atau diperbolehkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Catat! Ini Syarat Terbaru Perjalanan Dalam Negeri Mulai 1 April 2021

Selain itu, pada Ramadhan 2021 ini, pemerintah juga turut memperbolehkan masyarakat untuk menggelar sholat idhul fitri saat lebaran nanti. Kebijakan tersebut juga turut disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun dengan menyertakan persyaratan.

Persyaratan pelaksanaan ibadah di sepanjang Ramadan dan Idul Fitri nanti harus dibarengi dengan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Serta melakukan pembatasan kepada para jemaah yang hadir. Para jemaah juga diwajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan.

Muhadjir juga menyampaikan bahwa, pelaksanaan ibadah Sholat Ied bisa dilakukan di dalam ataupun di luar gedung dengan jamaah yang juga merupakan anggota komunitas setempat. Maksudnya, jamaah memang terdiri dari warga yang saling mengenal di lingkup komunitas tersebut.

“Yaitu dikenal satu sama lain, dan juga diupayakan untuk mematuhi protokol yang sangat ketat dan juga supaya menjaga untuk tidak terjadi kerumunan, konsentrasi orang terutama apa saat sedang akan datang menuju ke tempat sholat jamaah, baik itu di lapangan atau di masjid atau ketika saat bubar dari sholat jamaah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Stasiun Kediri Terapkan Tes GeNose C19, Cek Syarat dan Harganya

Sebagai informasi, Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Edaran Kemenag Nomor 03 Tahun 2021 terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021 Masehi. Surat Edaran tersebut ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pada Senin (5/4/2021).

Kemenag juga mengatur kapasitas masjid atau musala untuk pelaksanaan shalat tarawih berjamaah. Kehadiran jemaah hanya diizinkan 50 persen dari kapasitas masjid dan mushola.

Pengurus dan pengelola masjid diminta memastikan penerapan protokol kesehatan, seperti melakukan disinfeksi secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid atau musala, menggunakan masker, hingga menjaga jarak aman.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait