3 Hal Mengenai Asal-Usul Penamaan Imlek Pada Tahun Baru China - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
3 Hal Mengenai Asal-Usul Penamaan Imlek Pada Tahun Baru China
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

3 Hal Mengenai Asal-Usul Penamaan Imlek Pada Tahun Baru China

Satukanal.com, Nasional – Perayaan tahun baru imlek yang tinggal menghitung hari, yakni berlangsung pada tanggal 12 Februari 2021 mendatang. Pada tahun baru imlek 2021 ini memasuki tahun Kerbau Logam. Tahun-tahun yang termasuk dalam Shio Kerbau adalah 1961, 1973, 1985, 1997, 2009, 2021, 2033 dan akan terjadi setiap 12 tahun.

Sejak pada tahun 2000 lalu, Tahun baru imlek kerap dirayakan secara meriah dengan berbagai hiasan yang identik berwarna merah. Berbagai buah tangan seperti angpao bahkan busana yang dikenakanpun bernuansa merah.

Namun apakah diantara kalian sudah mengetahui asal-usul penamaan Imlek pada tahun baru China?, Jika belum mengetahuinya berikut adalah beberapa rangkuman dari Satukanal.com.

1. Orang China tidak menyebut imlek

Pada masyarakat China, perayaan tahun baru China tidak disebut dengan kata “Imlek”. Orang-orang dinegara tersebut merayakan tahun baru dengan nama Chunjie. Sedangkan kata Chunjie sendiri dalam bahasa Mandarin memiliki arti festival menyambut musim semi.

Sedangkan di China sendiri perayaan tahun baru atau Chunjie akan berlangsung pada bulan Februari yang merupakan bulan terakhir di musim dingin. Dikarenakan China sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki empat musim.

Oleh karena itu perayaan tahun baru ini menurut warga China disebut sebagai perayaan meninggalkan musim yang dingin dan menyambut datangnya musim semi yang hangat.

Baca Juga :  Fakta-Fakta Jaringan 5G Yang Diluncurkan Hari Ini

2. Istilah Imlek dari dialek Hokkian

Berbeda dengan China, Di Indonesia sendiri merupakan negara yang hanya memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Sehingga, apabila perayaan tahun baru imlek di Indonesia disebut dengan chunjie sangat tidak tepat.

Oleh karena itu, di Indonesia sendiri perayaan tahun baru di sebut dengan tahun baru Imlek. Kata Imlek sendiri berasal dari bunyi dialek Hokkian yang dalam bahasa Mandarin disebut yin li. Arti kata Yin li memiliki arti “lunar calendar atau kalender lunar”, artinya penanggalan yang dihitung berdasarkan peredaran Bulan.

3. Kebiasaan berkumpul bersama keluarga besar

Meskipun pada perayaan tahun baru China memiliki penyebutan yang berbeda-beda. Namun, perayaannya di setiap negara hampir sama. Dimana pada saat perayaan tengah berlangsung maka seluruh anggota keluarga akan berkumpul di satu rumah.

Biasanya, acara berkumpul bersama keluarga akan dilakukan di rumah orangtua ataupun di rumah kakek dan nenek. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, kebiasaan tersebut sesuai dengan budaya Tionghoa bahwa orang yang lebih mudah harus mengunjungi rumah orang yang lebih tua.

Selain berkumpul bersama keluarga, pada saat perayaan imlek maka akan ada kegiatan makan bersama. Berbagai makananya pun merupakan makanan khas Imlek.

Baca Juga :  Sukses Finish ke-3, Liverpool Ucapkan Terimakasih Pada Fans Indonesia

Ketika perayaan Tahun Baru Imlek tiba, banyak orang yang mengucapkan kata Gong Xi Fa Cai. Dikutip dari CBC, kalimat Gong Xi Fa Cai sendiri bukan berarti “Selamat Tahun Baru”. Namun, pada kalimat tersebut mengandung ucapan doa tentang kemakmuran yakni “semoga kekayaan Anda semakin banyak”.

Berikut adalah beberapa refrensi ucapan Selamat Tahun Baru Imlek untuk kerabat atau keluarga dekat :

1. Gong he xin xi, wan shi ru yi (Harapan terbaik dan kebahagiaan untukmu memasuki Tahun Baru)

2. Zhu nin xin de yi nian kuai le xing fu (Semoga kamu bahagia dan makmur sepanjang tahun)

3. Shi ye cheng gong, jia ting mei man (Semoga kariermu sukses dan keluargamu bahagia)

4. Yi wo suoyou de aixin yu zhencheng zhu ni ji quanjia chunjie kuai le (Semoga Tahun Barumu menyenangkan. Semua perhatian dan harapan baik tertuju padamu)

5. Yuan xinchun meijing yu huanle chang bansui ni (Semoga keindahan dan kebahagiaan Tahun Baru selalu menyertaimu sepanjang tahun)

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait