3.000 Swab Test Disiapkan di Pos Penyekatan Kota Malang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
3.000 Swab Test Disiapkan di Pos Penyekatan Kota Malang
Foto: Diskes Kota Malang
Kanal Highlight Kanal Straight

3.000 Swab Test Disiapkan di Pos Penyekatan Kota Malang

SATUKANAL.com, MALANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan menyiapkan 3.000 swab test antigen di posko penyekatan mudik lebaran 2021 mendatang. Swab test antigen ini nantinya akan berlaku bagi masyarakat dari luar daeraah yang daatang ke Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan sesuai dnegan prosedur yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Povinsi Jawa Timur, swab test antigen bakal dilakukan di posko penyekatan mudik. Untuk itu, pihaknyaa juga akan melakukan koordiasi dengan Dinas Perhubungan Kota Malang serta TNI/Polri untuk tempat pelaksanaannya.

“Stok antigen kita ada sekitar 3000 an. Sesuai SOP, nantinya swabnya langsung kita laksanakan di tempat (posko penyekatan),” ucapnya.

Dr Husnul mengatakan, dari hasil swab antigen tersebut apabila aada warga yang positif akan langsung dibawa ke rumah isolasi. Pihaknya telah menyiagakan puskesmas terdekat dan memerintahkan puskesmas agar tetap buka normal seperti biasanya.

Baca Juga :  Kurir Online Berjaya Di Tengah Paceklik PPKM Darurat 

“Begitu positif dia harus diisolasi ke tempat yang telah kita sediakan. Puskesmas juga sudah kita sosialasikan untuk kegiatan menjelang lebaran ini. Jadi puskesmas tetap jam kerja seperti biasa, Senin sampai Sabtu,” ucapnya.

Seperti di tahun 2020 lalu, Dinas Kesehatan Kota Malang juga telah melakukan rapid test di posko penyekatan mudik di Kota Malang. Akan tetapi, ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun lalu yang saat itu dilaksanakan di saat PSBB dan kasus Covid-19 di Kota Malang sedang meningkat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ebberapa waktu lalu saat di Bakorwil Malang menyampaikan bahwa penyekatan di tapal batas ditujukan untuk mendeteksi kehadiran para pemudik.

Baca Juga :  PPKM Darurat Diperpanjang, Sutiaji : Kuncinya Di Masyarakat

Sebab, meski larangan diberlakukan mulai 6-17 Mei, namun diharapkan tidak ada warga yang mudik sama sekali. Kemudian, jika sebelum tanggal 6 Mei 2021, lanjutnya, sudah ada yang mudik maka akan diterapkaan  karantina  dengaan biaya sendiri selama 5 hari.

“Sebenarnya ini bukan untuk mempersulit orang yang ingin pulang, tetapi ini justru sebuah bentuk perlindungan terhadap dirinya sendiri,” ujarnya.

Emil menyebut, upaya tersebut juga dimaksudkan untuk meneka terjadinya peningkaatan kasus Covid-19 di daerah-daerah. Sedangkan untuk tempaat wisata, kata Emil, memang masih diperbolehkan karena sejauh ini sudah terukur.

 

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait