29 kali Muntahkan Lava Pijar, Hujan Abu Gunung Merapi Guyur Wilayah Sleman | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT KANAL VIRAL STRAIGHT NEWS

29 kali Muntahkan Lava Pijar, Hujan Abu Gunung Merapi Guyur Wilayah Sleman

Satukanal.com, Nasional – Pada Minggu (10/01/2021) hingga saat ini, Aktivitas dari Gunung Merapi terus mengalami pemantauan. Pemantauan aktivitas Gunung tersebut dilakukan oleh pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Pada hasil pemantauan yang dilakukan sejak hari Minggu lalu, pihak BPPTKG merilis laporan aktivitas dari Merapi yang tercatat sebanyak 29 kali telah memuntahkan lava pijar.

Pihak BPPTKG menyampaikan bahwa, muntahan larva pijar tersebut telah dipantau sejak hari Minggu lalu,  meluncur hingga jarak maksimum 900 meter dan mengarah ke hulu Kali Krasak.

Hanik Humaida selaku kepala dari BPPTKG menyampaikan, “Tercatat 29 kali guguran lava pijar dan guguran lava dengan jarak luncur maksimum 900 meter ke arah hulu Kali Krasak. Suara guguran dua kali intensitas sedang hingga keras dari Pos Babadan, Magelang,” Ujarnya.

Aktivitas Merapi yang memuntahan larva pijar tersebut, pada data hasil seismisitas juga turut terjadi beberapa gempa guguran sebanyak 176 kali, hembusan 35 kali, fase banyak 164 kali, vulkanik dangkal 44 kali dan tektonik jauh sebanyak 3 kali.

Baca Juga :  5 Rasa Es Krim Unik Nan Nyeleneh Ala Indonesia

Adanya peningkatan ini, juga dirasakan dibeberapa wilayah, salah satunya terjadi di Kelurahan Glagaharjo yang turut terkena dampak dari hujan abu vulkanik.

Makwan selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman menyampaikan bahwa, Hujan abu vulkanik yang terjadi di wilayah Kalurahan Glagaharjo tersebut terjadi sejak hari Minggu lalu. Hujan abu vulkanik dikawasan tersebut juga tidak terlalu tebal.

“Hujan abu tipis pada hari Minggu (10/01/2021) di wilayah Padukuhan Singlar, Kalitengah Kidul, Srunen, dan Kalitengah Lor, semuanya di Glagaharjo. Hujan abu sekitar pukul 20.00 WIB,” Ujarnya.

Merapi yang masih terus memuntahkan larva pijarnya, hingga saat ini BPPTKG masih menetapkan status siaga bencana pada level III. Pihak BPPTKG juga menetapkan radius bahaya sejauh 5 kilometer dari titip puncak Gunung Merapi.

Baca Juga :  BLT Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan 2021 Segera Cair. Begini Syaratnya

Penentuan radius sejauh 5 kilometer tersebut dilakukan pihak BPPTKG guna mengantisipasi adanya korban ketika mengeluarkan larva pijarnya.

Adanya peningkatan ini, pihak BPPTKG menghimbau masyarakat sekitar untuk menghentikan kegiatan penambangan yang berada pada lokasi alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III.

Pihak BPPTKG juga menyampaikan himbauan kepada para wisatawan agar tidak melakukan kunjungan wisata pada KRB III Merapi. BPPTKG juga meniadakan kegiatan pendakian ke puncak.

Adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerinta Kabupaten Boyolali dan Pemerintah Kabupaten Klaten diminta untuk selalu mempersiapkan mitigasi bencana akibat letusan yang bisa terjadi setiap saat.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait