SATUKANAL.COM
BERITA

2020, Pemkot Malang Targetkan Layanan Publik Berbasis Digital

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang nampaknya semakin serius dalam mewujudkan kotanya menuju smart city. Hal itu dibuktikan dengan mengajak komunitas start-up dalam perkembangan kota yang juga dijuluki sebagai kota pendidikan itu.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan road map (peta panduan) telah dipersiapkan Pemkot Malang untuk menuju pembangunan smart city. Apalagi usai menerima penghargaan sebagai KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif, tantangan nagi komunitas start-up dirasa semakin tinggi.

“Tadi road map ekonomi kreatif sudah dipersiapkan, sekarang lagi kita tata. Kami lagi menginvertarisir kebutuhan mendesak untuk smart city. Ini tantangan juga bagi teman – teman start-up,” ujar dia saat ditemui di Digital Lounge (DILO) Kota Malang sore ini, (Kamis, 27/6).

Baca Juga :  Hari Ini, Bioskop Di Kota Malang Diizinkan Beroperasi Kembali

Pria yang akrab disapa Aji ini menjelaskan, jika sudah ada 4 aplikasi yang dihibahkan komunitas start-up kepada Pemkot Malang. Dimana, keseluruhannya tersebut berkaitan dengan kemudahan pelayanan publik dasar di Kota Malang.

Di antaranya, aplikasi sistem pelaporan sekolah, layanan kesehayan, e-budgeting, dan aplikasi untuk mempermudah sistem pekerjaan OPD atau e-government. “Pelayanan itu semua nanti akan kami inventarisir dulu, mana saja yang diperlukan untuk kebutuhan mendesak. Sehingga saya juga sampaikan kepada komunitas, saya butuh aplikasi ini sudah ada atau tidak. Kita tunjukkan bahwa Malang benar-benar siap,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dongkrak Sektor Pariwisata Kabupaten Malang, Bus DAMRI Buka Trayek Baru Ke Pantai Selatan

Meski pelayanan publik tersebut rencananya bakal diwujudkan pada tahun 2020 mendatang, namun penerapan digitalisasi perlahan sudah dikerjakan. Salah satunya penggunaan tanda tangan digital untuk kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Karenanya, apabila membutuhkan pelayanan administratif tidak akan mengalami penundaan karena adanya kegiatan diluar dari kepala OPD yang bersangkutan. “Tandatangan sudah digital ya, istilahnya tanda tangan elektronik. Jadi nanti tidak ada lagi istilah tidak ada orangtua pelayanan terganggu, karena semuanya sudah bisa berjalan,” tandasnya.

Kanal Terkait