SATUKANAL.COM
BERITA

2019, Belanja Dinas Pendidikan Masih Didominasi Belanja Tidak Langsung

Anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang di tahun 2019 ini masih didominasi belanja tidak langsung. Dengan item belanja pegawai untuk gaji dan tunjangan serta belanja tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dengan total belanja sebesar Rp 1,28 triliun (tepatnya Rp 1.283.665.868.341,46), belanja tidak langsung di Disdik Kabupaten Malang menghabiskan Rp 1 triliun lebih (tepatnya Rp 1.007.414.786.634). Dimana, belanja gaji dan tunjangan menghabiskan anggaran Rp 669 miliar sedangkan tambahan penghasilan PNS mencapai Rp 337 miliar.

Angka belanja Disdik Kabupaten Malang tersebut termaktub dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 tahun 2019 serta Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 tahun 2019 mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019.

Besaran belanja tidak langsung tersebut masih mendominasi di tahun 2019 ini dibandingkan dengan belanja langsung. Dimana, belanja langsung Disdik Kabupaten Malang sebesar Rp 276 miliar lebih. Dengan komposisi untuk pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor yang meliputi wilayah Disdik, UPT (korwil), SD dan SMP, TK Negeri dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) senilai Rp 2,4 miliar.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Untuk peningkatan mutu tenaga teknis pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang sampai saat ini menurut M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang sedang terus dinaikan grade-nya. Sebesar Rp 1,86 miliar.

“Kita berharap banyak prestasi akademik tingkat SD yang masih peringkat 17 se-Jatim dan tingkat SMP di peringkat 20 bisa naik. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan mutu tenaga pendidik,” kata Dayat sapaan Kadisdik Kabupaten Malang yang menarget  tahun ini  prestasi akademik baik tingkat SD maupun SMP masuk 10 besar di Jatim.

Tidak ketinggalan tahun 2019 ini juga Disdik mengalokasikan anggaran peningkatan mutu dan kompetensi guru SMP. Anggaran yang diplot untuk hal ini sebesar Rp 260 juta.

Disdik Kabupaten Malang juga mengalokasikan belanja langsung bagi pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebesar Rp 635 juta dari APBD. Serta mendapat jatah dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,62 miliar.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Belanja langsung yang sejak akhir tahun digadang-gadang oleh Wakil Bupati (Wabup) Sanusi terkait pembangunan gedung sekolah dasar dan SMP dengan platform anggaran tidak terbatas. Ternyata di dalam APBD 2019 hanya teralokasikan Rp 1,26 miliar untuk belanja modal gedung dan bangunan SD. Untuk SMP dengan DAK  belanja modalnya sebesar Rp 13,8 miliar.

Menurut Dayat, anggaran rehabilitasi gedung sekolah pihaknya melalui APBD menyiapkan sekitar Rp 2 miliar. Dengan banyaknya gedung sekolah yang rusak, pihaknya akan melakukan survei dari adanya ajuan bantuan tersebut.

“Jika kondisinya mendesak, perbaikan bisa langsung dilakukan. Dengan anggaran tersebut kita prioritaskan sekolah yang kondisinya sangat parah. Serta dana BOS nya kecil,” ujarnya yang juga menegaskan sekolah-sekolah terdampak bencana juga menjadi prioritas untuk perbaikan. Syaratnya tetap sama, sekolah yang terkena bencana membuat laporan dan usulan.

Kanal Terkait