2 Pemuda Jatim Sikat Uang 60 Juta Dollar Bantuan Covid-19 Milik Amerika Diringkus  - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
2 Pemuda Jatim Sikat Uang 60 Juta Dollar Bantuan Covid-19 Milik Amerika Diringkus 
HIGHLIGHT KANAL VIRAL

2 Pemuda Jatim Sikat Uang 60 Juta Dollar Bantuan Covid-19 Milik Amerika Diringkus 

Satukanal.com, MalangPolda Jatim menangkap dua pemuda Jawa timur (jatim) usai membobol bantuan sosial Covid-19 Amerika Serikat senilai 60 Juta Dolar AS, berinisial SFR dan MZM.

Dua orang peretas tersebut, kini telah diringkus Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, kasus tersebut terungkap atas kerja sama Ditreskrimsus Polda Jatim dan FBI (Federal Bureau of Investigation) Amerika.

Modusnya, tersangka menyebarkan pesan pendek atau SMS blast berisi website palsu yang dibuat agar warga Amerika mengklik tautan tersebut. Total website palsu yang dibuat dan disebarkan sebanyak 14. Setelah diklik, warga yang tertipu kemudian akan mengisi identitasnya.

Menurut hasil pemeriksaan, Aksi kedua pemuda ini butuh waktu 10 bulan untuk dapat membobol 30 ribu data warga Amerika Serikat. Data milik warga yang tertipu itu kemudian dipakai tersangka untuk mengajukan dan mendapatkan bantuan Covid-19 dari Pemerintah Amerika.

Selain itu, Kedua pelaku ternyata sudah beraksi sejak Bulan Mei 2020 hingga Maret 2021. Selama tiga bulan penyelidikan kedua tersangka ini berhasil ditangkap saat berada di daerah Stasiun Pasar Turi, Surabaya, sedangkan SFR dibekuk hotel bilangan Tegalsari, Surabaya.

Baca Juga :  Wisatawan Sengkaling Tak Sampai 25 Persen

“Ini orang-orang yang kena tipu mengisi data bantuan Covid-19. Apabila sesuai pelaku mendapat 2000 Dolar AS,” jelasnya.

Nico mengatakan, uang hasil pencurian data dan penipuan oleh kedua tersangka ini akan digunakan untuk membeli berbagai peralatan yang lebih canggih.

“Uangnya dipakai beli alat lagi oleh tersangka. Satu tersangka berlatarbelakang pernah kuliah IT di salah satu universitas, sedangkan satu tersangka lainnya belajar otodidak,” ucapnya.

Sementara itu, kini pihak kepolisian masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk warga negara asing. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga laptop, foto-foto situs resmi dan palsu, ponsel hingga beberapa kartu ATM milik pelaku.

Sebagai informasi, Dua pemuda asal Jawa Timur ini terlibat kejahatan internasional. Dalam kasus ini, kedua pemuda tersebut juga melakukan 3 kejahatan sekaligus.

Baca Juga :  Dibalik Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Jangan Sampai Terlewat

Tiga kejahatan itu diantaranya, Pertama, pelaku membuat website palsu, kedua menyebarkan website palsu tersebut dan yang terakhir, mengambil data orang lain secara ilegal.

“Tindak pidana yang dilakukan ada tiga. Pertama, pelaku membuat website palsu, kedua menyebarkan website palsu ini, dan yang ketiga mengambil data orang lain secara ilegal,” ujarnya.

Akibat perbuatan SFR dan MZM, kedua pelaku peretasan ini melanggar pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 48 ayat (2) Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait