18 Provinsi di RI Catat Nol Kematian Covid-19 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
18 Provinsi di RI Catat Nol Kematian Covid-19
ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19 (Foto: Bayu/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

18 Provinsi di RI Catat Nol Kematian Covid-19

Satukanal.com, Nasional – Pada 10 Okober 2021, perkembangan penanganan kasus Covid-19 terus menunjukan tren positif. Jumlah kasus kematian dalam sehari tercatat 39 orang. Sementara, terdapat 18 provinsi bebas dari kasus kematian akibat virus Corona (Covid-19).

Kini, update pasien meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini jumlah totalnya mencapai 142.651 orang. Berikut ini adalah daftar lengkap provinsi di Indonesia yang kasus kematian Covid-19 nol:

  1. Sumatera Utara
  2. Kalimantan Utara
  3. Lampung
  4. Kalimantan Tengah
  5. Banten
  6. Papua
  7. Kepulauan Riau
  8. Sulawesi Tenggara
  9. Gorontalo
  10. Maluku
  11. Papua Barat
  12. Bengkulu
  13. Jambi
  14. Kalimantan Selatan
  15. Nusa Tenggara Barat
  16. Sulawesi Utara
  17. Sulawesi Barat
  18. Maluku Utara
Baca Juga :  4 Tips Ampuh Mempercepat Koneksi Internet yang Lemot

Update terbaru dari Twitter @BNPB_Indonesia, Minggu (10/10/2021), saat ini juga masih ada wilayah yang menjadi penyumbang terbanyak pasien yang terpapar Covid-19, di antarannya:

  1. DKI Jakarta memiliki tingkat kasus konfirmasi positif 140 orang,
  2. Jawa Timur memiliki tingkat kasus konfirmasi positif 128 orang,
  3. Jawa Tengah memiliki tingkat kasus konfirmasi positif 83 orang,
  4. Jawa Barat memiliki tingkat kasus konfirmasi positif 63 kasus,
  5. Kalimantan Timur memiliki tingkat kasus konfirmasi positif 46 kasus,

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan, meskipun terdapat kasus Covid-19 di Indonesia melandai, dirinya mengimbau agar seluruh pihak mewaspadai potensi gelombang ketiga penularan Covid-19.

Baca Juga :  6 Menu Sarapan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi di bulan Desember,” ungkap Ganip dilansir dari siaran pers, Minggu (10/10/2021).

Menurutnya, hal tersebut disebabkan pada bulan Desember ada dua momentum besar yang perlu diwaspadai, yakni Hari Natal dan Tahun Baru. Sehingga momentum ini sangat berpotensi memicu kenaikan kasus Covid-19 karena adanya keinginan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait