18 Desember, Klaim Penemuan Manusia Piltdown Oleh Arkeolog Label Amatir Britania Raya | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Piltdown man
Ilustrasi para arkeolog dalam melakukan beragai kegiatan terhadap hasil-hasil penemuannya dengan fosil, terlebih temuan fosil Manusia Piltdown yang dinyatakan sebagai kebohongan (Foto: Naviri.org)
HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

18 Desember, Klaim Penemuan Manusia Piltdown Oleh Arkeolog Label Amatir Britania Raya

SATUKANAL, MALANG- Eantrhropus Daswoni merupkan sebuah label yang disematkan publik lantaran penipuan yang mungkin dilakukan oleh Charles Daswon arkelog amatir dan beberapa kerabatnya dalam melakukan manipulasi penemuan manusia pertama.

Kebohongan yang kurang lebih mencapai 40 tahun ini bermula pada tanggal 18 Desember 1912 yang melakukan klaim terhadap penemuannya yang mengatakan bahwa manusia pertama muncul dari daerah Eurasia.

Charles Daswon mengklaim bahwasanya dia telah menemukan semacam tengkorak hominid di daerah penggalian Piltdown, sebuah daerah dekat Uckfield, Sussex, di Inggris, dan memberinya nama dengan Eantrhopus Daswoni yang artinya ‘Manusia Senja Daswon’.

Awalnya para Palentologis Inggris menganggapnya ini sebagai kunci bukti hubungan antara kera dengan manusia, lantaran ada beberapa kemiripan seperti kranium serta rahang dibeberapa organ yang ditemukan dalam manusia Piltdown tersebut.

Baca Juga :  Kabupaten Malang Perketat Prokes dan Waspadai Dua Klaster, Usai Masuk Zona Oranye

“Tak satu pun dari para ahli yang meneliti tentang species manusia dan temuan pada lubang kerikil serta sekitarnya telah meragukan keaslian penemuan ini,” tutur William Gregory dalam laporan fosil manusia Plitdown di Natural History.

Jauh setelah itu tepatnya di tahun 1949 dilakukan uji tes penyerapan florin terhadap fosil-fosil penemuan manusia Plitdown, serta penanggalan ulang usia tanah di Plitdown, hinggan pada akhirnya dinyatakan sebagai sebuah penipuan pada 21 November 1953 silam.

Informasi harfiah tentang manusia Piltdown ini ternyata setengah kera, setengah manusia, yang terdiri dari tengkorak manusia pada zaman pertengahan, rahang bawah yang berasal dari dari seekor orangutan khas Kalimantan Indonesia, serta fosil giginya mirip kepunyaan seekor simpanse.

Dari kejadian ini disinyalir ada beberapa alasan kenapa penemuan ini bisa berlangsung selama 40 tahun, ada keinginan dari orang-orang eropa agar manusia pertama berasal dari Erausia. Serta orang Inggris juga menginginkan seorang ‘manusia pertama dari Inggris’ setelah kabar ditemukannya manusia purba di Wilayah Prancis dan Jerman.

Baca Juga :  11 Dewan Pendidikan Kota Malang Dikukuhkan, Wali Kota Malang : Harus bisa jadi fasilitator, katalisator, mediator, dan komunikator

Dilansir dari BBC News kejadian penemuan Manusia Piltdown ini berubah dari menjadi penemuan terbesar abad ke 20 menjadi kejadian rasa malu ilmiah terbesarnya, yang pada 21 November 1953 fosil-fosil ditemukan sekitar 40 tahun yang lalu dan diakui sebagai ‘mata rantai yang hilang’ antara kera dan manusia akhirnya dinyatakan sebagai pemalsuan.

Saat ini, istilah Piltdown dianggap sebagai istilah pelecehan yang digunakan untuk melabeli untuk segala penelitian yang curang dan buruk.

Pewarta: Ali Bisri

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait