16 Golongan Orang Yang Tidak Dapat Divaksin Covid-19, Cek Daftarnya | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
16 Golongan Orang Yang Tidak Dapat Divaksin Covid-19, Cek Daftarnya
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

16 Golongan Orang Yang Tidak Dapat Divaksin Covid-19, Cek Daftarnya

Satukanal.com, Nasional – Upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan, salah satunya dengan vaksinasi. Namun, ada 16 golongan orang yang tidak dapat menerima vaksinasi Covid-19.

Pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, memuat urutan daftar prioritas penerima vaksin virus corona.

Kelompok prioritas pertama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lain.

Prioritas vaksin Covid-19 kedua adalah tokoh masyarakat/agama, pelaku perekonomian strategis, perangkat daerah kecamatan, perangkat desa, dan perangkat rukun tetangga/rukun warga.

Selanjutnya, urutan ke-tiga adalah guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, atau setingkat/sederajat, dan perguruan tinggi.

Namun, berdasarkan Surat Ketetapan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19, terdapat beberapa golongan orang yang tidak boleh divaksin.

Baca Juga :  5 Rasa Es Krim Unik Nan Nyeleneh Ala Indonesia

Rekomendasi tersebut khusus berlaku bagi vaksin jenis Sinovac berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Daftar golongan orang yang tidaak dapat divaksin jenis ini pertama, apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 140/90 atau lebih.

Sedangkan pada golongan kedua, apabila seseorang berada pada kondisi berikut ini :

  1. Pernah terkonfirmasi menderita Covid-19.
  2. Ibu hamil atau menyusui.
  3. Mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir.
  4. Anggota keluarga serumah yang kontak erat, suspek, konfirmasi, sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19.
  5. Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua).
  6. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
  7. Menderita penyakit jantung seperti gagal jantung, penyakit jantung koroner.
  8. Menderita penyakit Autoimun Sistemik seperti SLE, Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.
  9. Menderita penyakit ginjal seperti penyakit ginjal kronis, sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal, transplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan kortikosteroid.
  10. Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis.
  11. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis.
  12. Menderita penyakit Hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun.
  13. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi.
  14. Menderita penyakit Diabetes Melitu
  15. Menderita HIV.
  16. Memiliki riwayat penyakit paru seperti asma, PPOK, dan TBC.
Baca Juga :  LTMPT: TKA Kembali Diujikan di UTBK 2021

Meskipun bebrapa daftar golongan orang tersebut tidak dapat menerima vaksin jenis Sinovac, beberapa golongan tersebut tetap dapat menerima vaksin jenis lain yang sudah tersedia di Indoneisa. Upaya vaksinasi nantinya diharapkan menjadi salah satu solusi guna menekan tingkat penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait