SATUKANAL.COM
Tanaman Padi di Kabupaten Kediri
Foto : Imam Syafi'i saat sedang menyemprot pestisida
BERITA STRAIGHT NEWS

103,5 Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Kediri Terkena Penyakit Blas

SATUKANAL, KEDIRI – Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini membuat area persawahan di Kabupaten Kediri mulai terkena serangan hama penyakit Blas.

Penyakit tersebut menyerang padi yang mulai berbuah, efeknya membuat tanaman padi kering dalam waktu cepat.

Dari data yang didapatkan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, terdapat sekitar 103.5 hektare sawah yang terkena serangan hama Blas.

“Lokasi yang terdampak, hanya di spot-spot tertentu, tidak menyeluruh.” terang Anang, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri.

Anang menjelaskan, untuk saat ini kondisi tersebut masih bisa ditanggulangi.

Imam Syafi’i salah satu petani di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mengaku serangan hama tersebut terjadi di lahan miliknya. Akibat serangan hama Blas tersebut, 30 persen lahan miliknya rusak.

“Kering daunnya, rusak kayak sudah mati begitu,” kata laki-laki yang akrab disapa Imam tersebut.

Menurutnya, serangan tersebut terjadi sejak 5 hari yang lalu. Namun kondisi daun padi miliknya seperti sudah tidak bisa terselamatkan.

“Ini serangan baru diketahui lima hari lalu. Terus luasan yang kena di sini masih satu hektare lebih sedikit,” jelasnya.

Meski baru diketahui lima hari lalu, namun kini serangan Blas mulai menyebar ke area persawahan sekitarnya. Imam lantas berinisitif melaporkan serangan ini ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

“Tadi sudah saya laporkan ke Bu Yayuk, PPL dari Kecamatan Ngasem. Dampaknya itu untuk pertumbuhan tanaman itu nggak bisa maksimal, jadi bisa gagal panen. Rata-rata umur tanaman padi yang kena itu 45 hari,” tuturnya.

Sementara itu, PPL Kecamatan Ngasem, Yayuk Annisa, mengatakan serangan blas ke tanaman padi di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, belum parah. Namun bukan berarti penyakit ini bisa dibiarkan, sebab penyebarannya ke tanaman sekitarnya begitu cepat.

“Jadi waktu hari Sabtu kita ada laporan dari petani bahwa ada serangan Blas. Kemudian kita melakukan pengamatan. Hari ini kita melihat area yang sebelumnya belum ada sama sekali, sudah mulai ada bercak-bercak penyakit Blas tadi,” ungkapnya.

Untuk mengatasi penyakit ini, kata Yayuk, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri telah mengambil tindakan. Yayuk dan PPL di kecamatan lainnya mulai menyalurkan bantuan obat fungisida ke para petani terdampak termasuk Imam.

“Kita hanya bisa menghentikan perkembangan jamur supaya tidak menular ke tanaman yang lain. Kalau ini tidak dikendalikan secara seksama, nantinya akan mengganggu dari proses pengisian bulir tadi. Jadi bisa mengakibatkan padi gabuk,” tutupnya.

Pewarta: Muchlis Ubaidhillah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait