101 Pelajar Kota Malang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19, Dinsos Turun Tangan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ilustrasi pelajar di Kota Malang yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

101 Pelajar Kota Malang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19, Dinsos Turun Tangan

Satukanal.com, Malang – Hampir dua tahun berjalan pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar. Mulai dari merosotnya perekonomian hingga jutaan nyawa harus melayang akibat virus yang berasal dari Kota Wuhan China itu.

Tak pandang bulu soal usia, kematian akibat Covid-19 juga menyisakan luka bagi anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. Di Kota Malang sendiri tercatat, sebanyak 101 anak yang mayoritas pelajar terpaksa kehilangan orang tua.

Pada bulan Juli lalu pun, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menggagas program bantuan untuk pelajar di Kota Malang yang kehilangan orang tua akibat Covid-19. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Kadinsos-P3AP2KB) Kota Malang Penny Indriani mengatakan, 101 anak itu tercatat oleh pihaknya dalam setahun terakhir.

Jumlah tersebut tersebar di 5 kecamatan. Mereka nantinya bakal mendapat bantuan dari Pemkot berupa uang tunai beasiswa maupun sembako. “Datanya kita bekerja sama dengan kelurahan, yang tahu kan kelurahan dan Dinkes (dinas kesehatan),” ujar Penny

Wanita berkacamata itu, membeberkan detail jumlah anak tiap kecamatan yang harus menjadi yatim maupun yatim piatu. Mereka tersebar di beberapa wilayah Kota Malang, diantaranya Kecamatan Kedungkandang sebanyak 18 anak, Kecamatan Blimbing sebanyak 48 anak, dan Kecamatan Sukun sebanyak 11 anak. Kemudian, ada Kecamatan Klojen sebanyak 6 anak dan Kecamatan Lowokwaru sebanyak 18 anak. Data tersebut akan bisa bertambah jika ada pelaporan dari kelurahan.

Baca Juga :  Meski Turun Level 3, Pemkab Mojokerto Belum Beri Lampu Hijau Pelaksanaan PTM

Dinsos-P3AP2KB telah menerjunkan tim untuk mendampingi anak-anak tersebut. Mayoritas pendampingan dilakukan selama seminggu usai mereka kehilangan orang tua mereka. Mereka akan didampingi oleh psikolog untuk mendapatkan konseling.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa mayoritas anak yang didampingi akhirnya menerima kepergian orang tua mereka. “Rata-rata setelah saya tanya itu mereka menerima. Karena ini memang pandemi, rata-rata bisa menerima,” tambahnya

Menurut Penny, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang supaya anak-anak tersebut tetap memiliki akses untuk sekolah. Bagi anak-anak yang ditinggal kedua orangtuanya, pihaknya akan menitipkannya ke keluarganya yang lain atau mencarikannya orang tua asuh seperti program yang digagas Pemkot.

Penny juga memberikan bantuan sembako dan bantuan pengaman sosial sebesar Rp 300 ribu kepada anak-anak tersebut. “Semoga ini bisa memotivasi anak tetap sekolah dan kami siap untuk membantu,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Sementara Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya saat ini menyiapkan prosedur pencarian orang tua asuh bagi anak-anak tersebut. Nantinya, pelajar yang kehilangan orang tua akan dibantu dengan beasiswa.

Beasiswa itu juga dengan memanfaatkan anggaran di APBD Kota Malang. “Nanti kita menjalin kerja sama, terkait orang tua asuh, kita carikan nanti. Yang kedua bisa jadi kita pakai APBD,” ujarnya. Hingga saat ini, ada dukungan dari Gilang Widya Pramana atau Juragan 99 yang bersedia membantu menjadi orang tua asuh.

Baca Juga :  Wisata di Malang Boleh di Buka Anak Kecil Dilarang Masuk, Sutiaji: Saya Belum Bisa Beri Saran

Orang nomor satu di Kota Malang itu juga berharap ada saluran bantuan masyarakat untuk ikut membantu. Apalagi, pelajar yang harus kehilangan kedua orang tuanya butuh dukungan moral. Sebab, tak mudah untuk menyembuhkan trauma pada pelajar.

Sutiaji menambahkan, berkaitan dengan siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa pendidikan yakni bagi siswa siapapun yang tidak mampu. Nantinya, tak hanya sekedar memfasilitasi saja. Pemkot juga bakal menyiapkan psikolog untuk membantu pemulihan kondisi bagi anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya akibat terjangkit Covid-19.

“Bukan siswa SD saja, kalau dia tak mampu ya kita bantu. Ada perawatan juga. Untuk menyembuhkan traumanya dan menenangkan jiwa anak itu,” imbuhnya.

Politikus Partai Demokrat itu bakal menggali data kembali terkait jumlah pelajar yang kehilangan orang tua akibat Covid-19. Bantuan akan diberikan mulai dari jenjang PAUD hingga mahasiswa. Untuk fokusnya, nanti bakal diumumkan lagi. Sedangkan, terkait persyaratannya pun tidak akan rumit seperti persyaratan siswa berprestasi.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Adinda

    Kanal Terkait