10 Hari, 94 Penindakan Selama PPKM Darurat - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
10 Hari, 94 Penindakan Selama PPKM Darurat
ilustrasi penindakan PPKM Darurat (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

10 Hari, 94 Penindakan Selama PPKM Darurat

Satukanal.com, Malang – Guna memaksimalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Pemerintah Kota (Pemkot) tegas melakukan penertiban di berbagai sektor. Penertiban dilakukan dengan teguran lisan, teguran tertulis hingga penyegelan tempat usaha.

Selama kurang lebih 10 hari berjalan, data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang mencatat, pihaknya telah melakukan 94 penindakan terhadap warung, rumah makan, hingga kafe yang telah terbukti melanggar peraturan. Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Satpol PP Kota Malang, Antonio Viera mengatakan dari 94 penindakan yang telah dilakukan.

Sebanyak 41 tempat usaha mendapatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) teguran tertulis, 46 tempat usaha menuliskan surat pernyataan dan 7 tempat usaha lainnya dilakukan BAP segel. “Iya, yang disegel itu semuanya kafe. Kalau SP itu ada kafe, warung terus rumah makan juga. Tempatnya banyak ya, di daerah Sigura-gura, Blimbing, Kedungkandang, Sukun dan beberapa daerah lain,” ujar Anton.

Baca Juga :  Kegigihan Kala Pandemi, Penjualan Dekorasi Rumah Kian Menjanjikan

Soal tahapan penindakannya, dia menuturkan Satpol PP Kota Malang terlebih dahulu memberikan surat pernyataan terhadap tempat usaha yang melanggar ketentuan. Namun, jika kembali melanggar, akan diberikan teguran tertulis.

Apabila teguran tertulis tidak diindahkan, maka dengan tegas pihaknya akan melakukan penyegelan atau penyitaan barang. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, bagi usaha yang bandel Satpol PP Kota Malang akan mencabut izin usaha dari tempat tersebut.

Dari keterangannya, penyitaan barang merupakan bagian dari tahapan dari BAP. Barang-barang yang disita pun dicontohkan oleh Anton seperti meja dan kursi yang disediakan oleh tempat usaha terjaring operasi.  “Itu kami amankan ke kantor. Kalau tidak identitasnya pemilik kita amankan untuk nantinya dibina,” terangnya.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Pelaku UMKM di Kediri Kehabisan Modal

Lebih lanjut, mengenai jenis pelanggaran tempat usaha yang beroperasi melebihi pukul 20.00 WIB memang paling sering ditemui oleh aparat gabungan, seperti warung-warung kecil ataupun angkringan. “Kalau penyegelan melanggar aturan seperti menerima pelanggan hingga berkerumunan, dan melanggar surat edaran Wali Kota Malang yang mengharuskan tempat makan minum hanya menerima take away atau tetap buka melebihi pukul 20.00 WIB,” terangnya.

Terakhir, pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan pengelola tempat usaha agar mematuhi peraturan yang telah ditetapkan selama masa PPKM Darurat tanggal 3 Juli sampai 20 Juli 2021. “Bagi masyarakat kami menghimbau, karena situasinya saat ini memang darurat, untuk sama-sama bersabar dan patuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Adinda

Kanal Terkait