Berawal dari 6 Wanita Pilihan, Kini 1 September Diperingati Hari Polwan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Berawal dari 6 Wanita Pilihan, Kini 1 September Diperingati Hari Polwan
6 wanita pilihan untuk jadi Polisi pada tanggal 1 September 1948 (Foto: museumpolri.org)
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Berawal dari 6 Wanita Pilihan, Kini 1 September Diperingati Hari Polwan

Satukanal.com, Nasional – Masuk di bulan September, tepatnya di tanggal 1 September tentunya memiliki salah satu hari bersejarah yakni, Hari Polisi Wanita (Polwan). Hari Polwan 2021 ini merupakan peringatan yang ke-73 sejak pertama kali dibentuk pada 1 September 1948 silam.

Lalu apakah sejarah dibalik penentuan tanggal 1 September sebagai Hari Polwan? Simak ulasan dari Satukanal.com berikut ini.

Tahun 1948

Pada tahun tersebut terdapat kesulitan-kesulitan pada pemeriksaan korban, tersangka ataupun saksi wanita terutama saat pemeriksaan fisik untuk menangani sebuah kasus. Sehingga, para polisi sering kali meminta bantuan para istri polisi dan pegawai sipil wanita untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik.

Dilansir dari laman museumpolri.org, organisasi wanita di Bukittinggi mengusulkan pemerintah agar para wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian untuk menangani persoalan tersebut.

Mendapatkan usulan itu, Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi memberikan kesempatan mendidik wanita-wanita pilihan untuk menjadi polisi. Pada tanggal 1 September 1948 secara resmi disertakan 6 siswa wanita diantaranya:

  1. Mariana Saanin
  2. Nelly Pauna
  3. Rosmalina Loekman
  4. Dahniar Sukotjo
  5. Djasmainar
  6. Rosnalia Taher

Setelah itu, keenam siswa wanita tersebut mengikuti pendidikan inspektur polisi bersama dengan 44 siswa laki-laki di SPN Bukittinggi, sehingga sejak saat itu tanggal 1 September diperingati sebagai hari lahirnya Polwan.

Tahun 1950

Selanjutnya pada tahun 1950 tepatnya tanggal 19 Juli ke enam calon inspektur polisi wanita kembali mendapatkan pelatihan di SPN Sukabumi.

Baca Juga :  Mulai 1 November, WhatsApp Blokir 53 Tipe HP Ini!

Adapun pelatihan yang diberikan pada saat itu diantaranya seperti:

  1. Pelajaran mengenai ilmu-ilmu kemasyarakatan
  2. Pendidikan dan ilmu jiwa
  3. Pedagogi
  4. Sosiologi
  5. Psikologi
  6. Latihan anggar
  7. Jiu jit su
  8. Judo
  9. Latihan militer.

Tahun 1951

1 Mei 1951 ke enam calon inspektur polisi wanita berhasil menyelesaikan pendidikan dan mulai bertugas di Djawatan Kepolisian Negara dan Komisariat Polisi Jakarta Raya.

Tugas para Polwan pada saat itu diantaranya seperti:

  1. Persoalan menyangkut wanita
  2. Anak-anak
  3. Masalah-masalah sosial seperti mengusut, memberantas dan mencegah kejahatan yang dilakukan oleh atau terhadap wanita dan anak-anak
  4. Memberi bantuan kepada polisi umum dalam pengusutan dan pemeriksaan perkara terhadap terdakwa atau saksi khusus untuk memeriksa fisik kaum wanita yang tersangkut atau terdakwa dalam suatu perkara
  5. Mengawasi dan memberantas pelacuran, perdagangan perempuan dan anak-anak.

Tahun 1965

Sejak dikeluarkan TAP MPR No. II Tahun 1960 yang menyatakan bahwa kepolisian merupakan bagian dari angkatan bersenjata, maka pada tahun 1965 pendidikan calon perwira Polwan diintegrasikan bersama calon perwira polisi pria untuk bersama-sama dididik di AAK (Akademi Angkatan Kepolisian) di Yogyakarta.

Tahun 1975

Ditahun ini Depo Pendidikan dan Latihan (Dodiklat) 007 Ciputat untuk pertama kali membuka kelas pendidikan untuk bintara Polwan.

Tahun 1982

Dodiklat 007 berubah namanya menjadi Pusat Pendidikan Polisi Wanita (Pusdikpolwan) Ciputat, menjadi tahun pertama bagi lembaga pendidikan yang khusus mendidik polisi wanita.

Baca Juga :  Masih Pakai HP Android Lawas? Mulai Hari Ini Beberapa Tak Bisa Pakai Gmail hingga YouTube

Tahun 1984

Pada tanggal 30 Oktober 1984 Pusdikpolwan diganti menjadi Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Berdirinya Sepolwan menarik minat perempuan untuk menjadi polisi.

Selanjutnya, Kapolri pada saat itu Jenderal Polisi Drs. Mochammad Sanoesi secara resmi mengesahkan lambang polisi wanita dengan menerbitkan Surat Keputusan No. Pol.: Skep/480/XI/1986 pada 29 November 1986.

Arti Logo Polwan Logo polwan memiliki arti:

  • Bunga Matahari yang bermakna sifat wanita.
  • Tujuh helai dan empat helai bunga melambangkan pedoman hidup Polri Tribrata dan pedoman kerja Polri Catur Prasetya Polri.
  • Perisai dan obor melambangkan Polwan adalah anggota kepolisian Republik Indonesia yang turut melaksanakan tugas dan fungsi kepolisian Republik Indonesia.
  • Tiga bintang emas bermakna Tribrata sebagai pedoman hidup bagi tiap anggota Polri.
  • 1948 melambangkan saat pertama kali adanya Polwan di kepolisian Republik Indonesia.
  • Esthi Bhakti Warapsari bermakna pengabdian putri-putri pilihan menuju kea rah tercapainya cita-cita luhur yaitu terciptanya masyarakat Tata Tentram Kerta Raharja kepada negara dan bangsa.

Pada era tahun 2000-an hingga saat ini, mulai banyak kesempatan bagi Polwan untuk menduduki beberapa jabatan strategis di tubuh Polri, sehingga perlahan-lahan mulai menunjukan eksistensi dan kesetaraan polisi kaum pria dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepolisian yang semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait