SATUKANAL.COM
IMG_20201016_140137_copy_940x640-93d8e5cc
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

1.231.512 Warga Kabupaten Kediri Masuk DPT

SATUKANAL.com, KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020.sebanyak 1.231.512 pemilih.

Hal tersebut dikatakan setelah kegiatan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemililahan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Divisi Perencanaan Data dan Informasi mengatakan, hasil besaran DPT tersebut didapatkan dari 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri, dengan rincian Laki-laki sebanyak 617.712 pemilih, dan Perempuan 613.800 pemilih.

Sebelum dilakukan Penetapan DPT tersebut, telah terdata pemilih Tidak Masuk Syarat (TMS) sekitar 7.219 dan pemilih baru 3.813 pemilih.

“Jadi setelah penetapan DPT ini, sebelumnya kemarin dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) kita ada tanggapan masyarakat dan lakukan uji publik. Selanjutnya hasilnya berkurang sebanyak 7000 pemilih dan penambaham sekitar 3000 pemilih. Hingga pada akhirnya kita bisa menetapkan besaran DPT sebesar 1.231.512 pemilih,” katanya.

Baca Juga :  Jaga kondusifitas jelang pilkada di tengah pandemi, KPUD Banyuwangi gelar deklarasi damai

Ia menyebutkan, dari data TMS paling banyak disebabkan data ganda, meninggal, dan dibawah umur. Data ganda cukup signifikan, sekitar 2000 pemilih. Namun KPU telah melakukan pencermatan ulang sesuai dengan saran perbaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Jadi memnag kita mencermati pemilih ganda, bisa jadi yang bersangkutan pindah domisili. Selama masih DPS kemarin, kita membersihkan pemilih ganda yang ada di Kabupaten Kediri, sehingga insyallah kita lebih berkualitas,” terang Wisnu.

Baca Juga :  Brigif 16 Wirayudha Ingin Wujudkan Sinergitas Kota dan Kabupaten Kediri, dalam Penanganan Covid-19

Menurut Wisnu, penetapan data DPT ini sudah tidak boleh dirubah kembali. Karena karena data ini digunakan untuk menghitung kebutuhan logistik Pilkada.

Selanjutnya, KPU akan membuat daftar pemilih tambahan guna memfasilitasi kemungkinan pendaftar yang muncul sejak penetapan DPT ini, hingga nanti tanggal 9 Desember 2020.

“Jika kemudian hari ada pemilih yang meninggal atau pindah domisili, KPU akan mendeteksi data tersebut dan akan memberi tanda. Selanjutnya kita akan mencoret pada data DPT yang telah ditetapkan dengan tidak merubah jumlah. Begitu juga dengan form C-6 yang bersangkutan akan ditahan dan tidak diberikan agar tidak digunakan orang lain,” tutupnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait